Kamis, 24 November 2016

Pengusaha Pelayaran Kaget, Uang Sewa Loket Pelabuhan Naik Berkali-kali Lipat


Pengelola kapal di Pelabuhan Domestik Punggur menjerit.Pasalnya, meski PMK 148 yang mengatur mengenai tarif UWTO dan tarif kepelabuhanan di Batam dalam proses revisi, mereka sudah menerima tagihan dengan tarif baru.
"Kami kaget. Tidak ada sosialisasi, tiba-tiba tagihan naik. Pass masuk yang semula Rp 5.000 jadi Rp 10.000. Sewa loket dari Rp 60 ribu per bulan, jadi Rp 500 ribu. Termasuk sewa kantin pun tadi kami dengar sudah naik juga tagihanya," ucap pengelola Feri Baruna, Norman Nasrun.
Ia mengatakan, dengan melonjaknya tarif tersebut, semua operator akan segera melakukan pertemuan bersama-sama dengan asosiasi pelayaran, INSA.
"Hari ini kami akan bincangkan juga, kok bisa seperti ini?" kata dia.
Ketentuan ini membuat pengusaha pelayaran akan mengalami kerugian cukup besar. Soalnya, mereka tidak bisa menaikkan harga tiket kapal serta-merta untuk menutupi biaya yang membengkak akibat kenaikan tarif sepihak dari BP Batam.
"Kalau naik begini, sama saja kami jadi korban. Harga tiket kapal nggak bisa kami naikkan karena harga soal tiket kan diatur oleh Gubernur. Ada subsidinya juga dari gubernur. Jadi kami harus bagaimana?" kata dia.
Sekretaris II Indonesian National Shipowner Association (INSA) Batam, Osman Hasyim mengatakan, pihaknya juga sudah mendengar kabar tersebut.
Saat ini laporan baru datang dari Pelabuhan Punggur sedangkan pelabuhan laloin belum ada yang melaporkan.
"Ini baru domestik, belum termasuk internasional. Kami juga bingung dengan kenaikan tanpa koordinasi dan sosialisasi ini. BP Batam. Sebagai BLU, harusnya BP Batam bicarakan dulu dengan kami terkait hal ini. Untuk berkomunikasi saja kok susah betul sih?" katanya.
Share this article

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Berkunjung Batam • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top