Selasa, 22 November 2016

Perbaiki Perencanaan Program di Kemenag


Terjadinya sejumlah persoalan di lingkungan kementrian agama (kemenag) lebih disebabkan lemahnya perencanaan. Akibatnya, serapan anggaran yang dilakukan pada tahun berjalan, tidak sesuai dengan harapan. Hal ini hendaknya menjadi perhatian seluruh satuan kerja dan perangkatnya.
" Demikian ditegaskan oleh Kepala Biro (Kabiro) Keuangan dan PMN Kementrian Agama (Kemenag) RI, Drs.H. Sihabuddin Latief, MM, mewakili Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag RI, saat memberi sambutan pada Rakor Pimpinan di lingkungan Kemenag Kepri yang diselenggarakan di Hotel Golden View, Bengkong Laut, Senin (21/11).

Dikatakannya, dari evaluasi yang dilakukan selama ini, cukup banyak masalah yang terjadi dalam penyerapan anggaran di Kanwil Kemenag di Indonesia. Sihabuddin mengambil contoh, ada serapan dana dari satuan kerja hingga menjelang akhir tahun yang berada pada kisaran 60-70 persen.

"Sementara waktu sudah mendekati akhir tahun. Ini jelas sebuah persoalan. Sementara saat perencanaan sebelumnya, dikatakan jika anggaran yang ada kurang. Tapi, ketika anggaran telah disiapkan, dalam pelaksanaanya tidak terealisasi. Ini jelas menjadi tanda tanya besar," paparnya lagi.

Selain itu, Sihabuddin juga menekankan persoalan lemahnya data yang dimiliki. Padahal, lanjutnya, data merupakan sebuah instrumen penting dalam tercapai atau tidaknya serapan anggaran. Dia mengambil contoh, orang yang sudah meninggal, masih juga terdata sebagai penerima dana. "Lalu ada juga orang yang sudah pensiun juga masih terdata dalam data base. Ini mencerminkan jika data yang dimiliki tidak pernah diupdate," ucapnya lagi.

Untuk itu, papar Sihabuddin, kelemahan-kelemahan yang ada itu hendaknya diperbaiki agar program dan serapan dana yang ada dapat berjalan sesuai perencanaan. "Jika kelemahan ini tidak diperbaiki, persoalan akan terus terjadi. Ini tentu tidak kita harapkan," ungkapnnya di hadapan eleson III, IV, Kepala Madrasah di lingkungan Kemenag Kepri.

Untuk menyiasati serapan anggaran jelang akhir tahun 2016 ini, Sihabuddin memberikan sejumlah solusi, diantaranya, membuat jadwal anggaran pelaksanaan anggaran paling lambat 1 Desember, membuat rencana penarikan dana untuk penggunaan, dan sejumlah solusi lainnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga menekankan harus ada prinsip kehati-hatian dengan program akhir tahun. "Pastikan pekerjaan itu benar-benar bisa terlaksana. Jika tidak, jangan dipaksanakan," pungkasnya lagi.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kepri, H. Marwin, mengatakan, Rakor Pimpinan di Lingkungan Kemenag Kepri itu maerupakan salah satu pertemuan untuk evaluasi program kerja di lingkungan Kemenag Kepri, sekaligus juga untuk mematangkan program 2017 mendatang.

Acara yang diikuti oleh seluruh unsur pimpinan Kemenag kota dan kabupaten di Kepri dan kepala madrasah itu akan berlangsung selama tiga hari sampai, Rabu (23/11) besok.
Share this article

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Berkunjung Batam • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top