Minggu, 18 Desember 2016

Buruh Batam Tolak Kenaikan Tarif Listrik



Keputusan kenaikan tarif listrik Batam sebesar 47% dinilai sangat memberatkan kaum buruh di Kota Batam. Karena itulah, mereka pun menolak keputusan yang akan sangat memberatkan kehidupan mereka itu

Panglima Garda Metal Kota Batam, Suprapto kepada BATAMTODAY.COM mengatakan, sekarang ini UMK (Upah Minimum Kota) Batam 2017 belum juga dinikmati oleh kaum buruh. Termasuk, UMS (Upah Minimum Sekotr Kota) Kota Batam 2017 juga belum lagi direkomendasikan oleh Walikota Batam.
"Ini harga-harga kebutuhan pokok sudah pada naik. Yang sangat mengejutkan adalah rencana kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) oleh Bright Batam sebesar 47% bagi rumah tangga," ujar Suprapto.
Kenaikan ini, lanjut Suprapto, semakin memukul dan memberatkan kehidupan para buruh di Kota Batam. "Artinya masyarakat Batam yang mayoritas buruh akan dirugikan dua kali oleh kenaikan TDL ini," tegasnya.
Suprapto juga heran, mengapa DPRD Provinsi Kepri dan PT Brigth PLN Batam tidak melibat kaum buruh Batam yang mayoritas konsumen listrik dan yang terkena dampaknya dalam rencana memutuskan kenaikan ini.
"Ada apa dengan Brigth dan DPRD kita ini," tanya Suprapto lagi.
Share this article

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Berkunjung Batam • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top