Minggu, 18 Desember 2016

Dipensiunkan, Kapal Induk AL Inggris Dijual sebagai Besi Tua ke Turki



Bekas kapal induk AL Inggris, HMS Illustrious akan berlayar dari pelabuhan asalnya di Portsmouth untuk terakhir kalinya.
Kementerian Pertahanan mengumumkan, kapal tersebut telah laku seharga 2 juta poundsterling atau sekitar Rp33 miliar ke sebuah perusahaan daur ulang kapal di Turki.

Ratusan orang memadati garis pantai untuk melepas keberangkatan kapal yang pernah berjasa untuk Inggris tersebut.

Kapal ini akan diderek ke Turki setelah meninggalkan Portsmouth sekitar pukul 09.30 GMT waktu setempat atau 16.30 WIB.

Kapal dengan bobot 22.000 ton, yang juga dikenal dengan nama Lusty ini, dipensiunkan pada 2014 setelah beroperasi selama 32 tahun.

Kapal ini sudah pernah dikerahkan ke wilayah-wilayah konflik seperti Bosnia, Irak dan Sierra Leone.

Sir Alan Massey, yang pernah menjadi kapten HMS Illustrious pada 2001-2002, mengatakan ia merasa sangat sedih melihat kapal itu pergi untuk terakhir kalinya.

"Anda tidak akan pernah tahu apa tantangan berikutnya. Kapal itu memiliki kemampuan luar biasa dan fleksibilitas. Sebagai kapten, tidak ada pekerjaan yang lebih baik - Ada sikap nyata yang bisa dilakukan," kata Massey.

Pada Oktober 2013, Kementerian Pertahanan Inggris mendapat tawaran inovatif untuk menyelamatkan kapal itu di Inggris.

Awalnya, ada upaya untuk memelihara kapal itu dan dijadikan peninggalan sejarah, tapi akhirnya diputuskan untuk mengirim kapal itu ke Turki ibaratnya sebagai besi tua, sebagaimana pendahulunya HMS Invincible dan HMS Ark Royal.

Perannya akan digantikan kapal induk generasi terbaru yaitu HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales, yang saat ini tengah dibangun di galangan kapal Rosyth.

Tentang kapal induk HMS Illustrious:

- Merupakan kapal perang kelima dan kapal induk kedua yang memakai nama Illustrious.
- Diterjunkan langsung dalam Perang Falklands atau Malvinas tahun 1982.
- Membantu menjaga zona larangan terbang di Bosnia pada tahun 1990-an dan melakukan hal yang sama di Teluk Arab pada tahun 1998.
- Digunakan sebagai pembawa helikopter setelah pesawat Angkatan Laut Sea Harriers dijual pada tahun 2010.
- Terlibat dalam mendukung berbagai operasi di Afghanistan setelah serangan 11 September.
- Mengambil bagian dalam operasi di Sierra Leone dan misi bantuan di Filipina setelah Topan Haiyan pada 2013.
- Dinon-aktifkan dalam sebuah upacara di Portsmouth pada tahun 2014.
Share this article

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Berkunjung Batam • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top