Kamis, 22 Desember 2016

Heboh Klakson Bus Terungkap! "Om Telolet Om" Bermula di Surabaya Enam Tahun Lalu. Ini Sejarahnya!



Terungkap! Fenomena "Om Telolet Om" ternyata sudah terjadi sejak enam tahun lalu di Jawa. Bermula di Surabaya, fenomena ini menular ke Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Bahkan, sebuah mal di Jawa Timur mengadakan lomba khusus adu bunyi suara klakson bus ini.
Fenomena terus berkembang dan menjalar ke sejumlah daerah lainnya hingga akhirnya menasional seiring mewabahnya medsos.
Seperti diketahui Hastag #OmTeloletOm mendadak jadi topik populer dunia. Hastag asli Indonesia itu makin terkenal setelah DJ-DJ terkenal mencuitkannya di media sosial twitter. Dari manaklakson telolet bermula?
Jika membuka media sosial saat ini, linimasa mungkin akan dipenuhi dengan guyonan lucu 'om telolet om'. Sebagian mulai mengeluh 'Aduh apa sih!' tapi sebagian lagi ikut dalam keriangannya.
Tak ada yang bisa lepas dari jeratan 'om tolelot om', bahkan Donald Trump, presiden terpilih Amerika Serikat tak lepas dari serbuan orang-orang yang memintanya membunyikan klakson bus.
"Om telolet om," riuh media sosial yang 'nyampah' di kolom komentar Donald Trump.
'Om telolet om' adalah sebuah teriakan yang biasa diucapkan oleh anak-anak di pinggir jalan ketika sebuah bus melintas dengan harapan sopir akan membunyikan klakson yang unik. "Telolet telolet," begitu bunyinya.
Telolet mendadak jadi populer pada Selasa (20/12/2016) malam. Tapi sebelum itu, video-video lucu memperlihatkan orang-orang meminta 'telolet' ke sopir bus yang sudah lebih dulu viral di Facebook. Tampaknya ada tren 'telolet challenge' dan 'demam telolet' yang sudah beberapa pekan menggerilya dari satu akun ke akun lain.
Dalam video-video yang memancing tawa itu, terlihat ekspresi kegembiraan tersendiri ketika Anda berhasil meminta sopir membunyikan klakson dengan lambaian tangan dan teriakan, "Om telolet ommmmmm!" beramai-ramai.
Bahkan tak hanya di Indonesia, virus telolet sudah merambah ke berbagai belahan bumi, dalam sebuah rekaman video, terlihat dua warga New York Amerika yang tertawa lepas setelah sebuah busmembunyikan klakson telolet. Sebelumnya dua warga New York tersebut berteriak, “Om telolet Om!”
Aksi serupa juga terjadi di Tokyo. Akun resmi klub raksasa Real Madrid bahkan menambahkan kalimat om telolet om untuk menyapa penggemarnya dari Indonesia.
Dilihat dari cuitan di akun Twitter milik Martin Garrix yang mengatakan 'What is Om Telolet Om?' pukul 12.28 WIB, Rabu (21/12), sudah diretweet hingga 17.387 pengguna Twitter.
Akun Twitter @Firebeatz milik dua DJ asal Belanda yang bernama Jurre van Doeselaar dan Tim Smulders ini, sudah me-remix suaraklakson bus-bus yang ada di Indonesia dalam bentuk video di Youtube.
Video yang berdurasi hanya 41 detik tersebut, memperlihatkanbus-bus yang ada di Indonesia beserta para pemburu klaksonTelolet dengan diiringi suara klakson yang sudah diremix oleh kedua DJ itu. Video tersebut sudah ditonton lebih dari 25 ribu kali.
Fakta dari suara klakson bus yang berbunyi Telolet tersebut sebenarnya sudah ada sejak enam tahun yang lalu. Lalu pertama kali ada di Jawa Timur dan diikuti beberapa daerah di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Para pemburu telolet yang kebanyakan anak-anak remaja selalu mengacungkan jempolnya sembari berkata 'Om Telolet Om', dengan harapan pengemudi bis mau membunyikan klaksonteloletnya.
Fakta selanjutnya, lomba klakson telolet pernah dilombakan di Sun City Mall, Madiun, Jawa Timur. Pemburu klakson telolet bahkan nekat masuk ke jalan tol, seperti yang pernah terjadi di jalan tolGayamsari, Semarang.
Fakta yang terakhir, pemburu klakson dilarang menyalakan flash kamera, agar tidak mengganggu pengemudi bis yang sedang melaju.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan mengkaji rencana pelarangan penggunanaan klakson “telolet” untuk perusahaan-perusahaan otobus.
Budi akan mengimbau para pemilik PO tidak menggunakanklakson yang mengeluarkan bunyi mirip “telolet” tersebut.  “Akan kami kaji larangannya,” kata Budi di kantornya, kemarin.
Menurut Budi, fenomena penggunaan klakson “telolet” dan menyebarnya viral “Om, telolet, Om” di internet memang menyenangkan buat masyarakat. Tapi penggunaan klakson“telolet” dan aksi “Om telolet Om” dinilai membahayakan buat masyarakat.
“Kami mengimbau operator bus jangan membuat itu sebagai pertunjukan baru yang mencelakakan masyarakat,” ujar Budi.
Anggota Komisi V DPR Nizar Zahro angkat bicara mengenai fenomena 'Om Telolet Om' di masyarakat. Mereka meminta sopirbus membunyikan klakson yang berbunyi 'telolet'.
"Kita memohon kepada Polda agar memasang spanduk larangan terhadap anak-anak karena itu membahayakan keselamatan," kata Nizar.
Nizar mengingatkan membunyikan klakson dengan menyalahi peraturan perundang-undangan sangat membahayakan di jalan raya.
"Karena sesuai undang-undang 22 tahun 2009 klakson bus, mobil, motor dibunyikan hanya untuk peringatan," kata Politikus Gerindra itu.
Mengenai fenomena tersebut di masyarakat, Nizar menyarankanklakson tidak menyalahi aturan dan membahayakan keselamatan bagi anak muda.
"Dan itu kebiasaan buruk yang tidak usah ditiru. Kita memohon kepada polda agar memasang spanduk larangan terhadap anak-anak karena membahayakan keselamatan karena mengganggu," kata Nizar.
Share this article

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Berkunjung Batam • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top