Senin, 26 Desember 2016

Kapolda Instruksikan Kapolres Bintan Tindak Tegas Aktivitas Judi dan Tambang Pasir Ilegal

Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian memerintahkan Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto, untuk menindak tegas aktivitas yang mengganggu keamanan, kenyamanan dan ketentraman masyarakat. Seperti eksploitasi pertambangan pasir ilegal dan perjudian, yang kian marak di wilayah Kabupaten Bintan.
"Kita minta Kapolres Bintan bertindak tegas untuk mengusut itu semua. Sebab secara teknis, masalah ini terjadi di wilayah kerjanya beliau," ujar Kapolda usai membagikan doorprize dalam kegiatan IOF Off Road Goresan Anak Pulau Bintan Explore Continue 2016 di Lapangan Relief Antam, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Sabtu (24/12/2016).
Menurutnya, Kabupaten Bintan merupakan pintu gerbang yang wilayahnya berhadapan langsung dengan negara tetangga, Johor, Malaysia. Maka ketahanan keamanan, ketertiban di lingkungan masyarakat (Kamtibmas) serta ideologi dan politik harus bisa terjaga dengan baik dan kuat.



Untuk memperolehnya sangat dibutuhkan partisipasi semua pihak yang bersatupadu dari pihak pemerintah daerah (pemda), TNI dan Polri, tokoh masyarakat serta tokoh agama.
Khusus persoalan masalah aktivitas pertambangan pasir ilegal maupun perjudian yang sangat mengganggu ketahanan Kamtibmas, harus bisa ditindak dengan tegas. Dengan itu dapat terhindar dari sikap-sikap intoleran yang bisa menimbulkan perpecahan kesatuan dan persatuan antar sesama.
Imbauannya, jangan sampai ada persoalan-persoalan yang bisa menghambat jalannya pembangunan di wilayah ini. Tetapi semua pihak harus bisa rukun dan mampu memacu pembangunan dan perekonomian menuju kesejahteraan dan kemajuan.

"Tugas kita semakin berat. Jadi kita minta peran media membantu untuk memacu wilayah ini semakin baik. Jika ada isu negatif, kita berharap bisa membalikannya menjadi isu yang positif. Tujuannya untuk membangkitkan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.


Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto, mengatakan masalah pertambangan pasir ilegal yang marak di Bintan merupakan tanggung jawab Pemprov Kepri. Sebab, perizinan aktivitas pertambangan yang ada di wilayah kerjanya bukan dikeluarkan atau diterbitkan oleh Pemkab Bintan melainkan Pemprov Kepri.
"Jangan salahkan polisi terus untuk penertibannya. Tapi instansi terkait di Pemprov Kepri sudah lakukan pengawasannya atau belum. Mari kita duduk sama-sama untuk selesaikan masalah ini," katanya.

Pria berpangkat dua bunga yang sering disapa Guntur ini menjelaskan, selama dirinya menjabat sebagai Kapolres Bintan, belum mengetahui jumlah pasti penambang pasir yang beroperasi di wilayah kerjanya. Begitu juga dengan luas lahan garapan masing-masing penambang. Sebab Pemprov Kepri dan Pemkab Bintan tak pernah mengundang dirinya untuk membahas permasalahan ini.
Kendati demikian, dirinya akan selalu melakukan pengawasan di beberapa titik lokasi pertambangan pasir. Tujuannya hanya sebatas untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kericuhan, pertikaian maupun permasalahan lainnya yang mengancam keamanan dan keamanan masyarakat setempat.

"Kita minta Pemprov Kepri dan Pemkab Bintan membentuk tim terpadu untuk menyelesaikan masalah ini. Kalau tidak, akan begini terus dan saling salah menyalahkan," cetusnya.

Khusus untuk aktivitas perjudian, kata dia, Kepolisian belum pernah mendapatkan laporan dari masyarakat setempat. Baik dari wilayah bagian timur, tengah maupun utara di Kabupaten Bintan. Jadi masalah perjudian ini dianggap tidak begitu mengancam keamanan dan kenyamanan wilayah Bintan.
Namun apabila ada laporan dari masyarakat yang masuk ke setiap Polsek-polsek, terkait aktivitas perjudian, maka ia tak akan tinggal diam, apalagi menutup mata, melainkan ditindak tegas dan tidak ada tolerir-tolerir lagi.

"Masyarakat Bintan belum pernah melaporkan hal itu. Jadi kondisi wilayah Bintan masih kondusif. Kami mohon kerja sama seluruh masyarakat untuk bersinergi dengan Kepolisian. Agar Kamtibmas di wilayah ini berjalan lancar," ungkapnya. 
Share this article

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Berkunjung Batam • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top