Jumat, 16 Desember 2016

Ketahuan Sekarang! Anak Punk Pinang Memilih Dipenjara Ketimbang Dibotakin Kepalanya



Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang mengamankan delapan anak punk. Mereka diamankan di kawasan Batu 9 Kota Tanjungpinang, Jumat (16/12/2016).
Selanjutnya, sekelompok anak punk tersebut dibawa petugas ke kantor Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP di komplek Perpustakaan Kota Tanjungpinang, Tepi Laut.
Sesampainya di kantor PPNS, mereka diberikan pengertian oleh petugas Satpol PP untuk tidak berada di Kota Tanjungpinang dengan gaya dan dandanan punkers.
Karena, penampilan mereka dinilai bertentangan dengan budaya lokal Tanjungpinang. Sehingga memunculkan keresahan masyarakat.
Selain itu juga, tindakan mereka mengamen dan sebagainya kerap mengusik kenyamanan sebagian masyarakat. Hal itu didapatkanSatpol PP berdasarkan laporan dan pengaduan dari masyarakat.
Selain itu, oleh petugas Satpol PP, mereka juga dinasehati untuk kembali ke pangkuan keluarganya. Terlebih beberapa dari mereka masih remaja. Selain itu, dari delapan orang, dua di antaranya anak perempuan.
Irianto Kepala Satpol PP Kota Tanjungpinang mengatakan tindakan yang dilakukan Satpol PP tersebut sesuai dengan tugas dan fungsiSatpol PP. Karena menurutnya keberadaan anak-anak punk yang mengamen dijalanan dan rumah makan meresahkan warga.
"Memang di Tanjungpinang ini orangnya pemurah. Kalau mereka ngamen tak ada lagi dikasi uang receh, 500-an, yang ada Rp 1.000 keatas. Jadi mereka suka ke Tanjungpinang," katanya.
Namun begitu, keberadaan anak-anak punk dengan segala aktifitasnya dinilai meresahkan masyarakat.
Oleh karena itu, Satpol PP memberikan arahan dan pembinaan kepada anak punk tersebut. Kemudian mereka diminta pulang ke daerah masing-masing secara mandiri.
"Kalau masih berkeliaran juga dan meresahkan masyarakat nanti kita amankan untuk kali kedua, kita akan botakin mereka," katanya.
Menurutnya, sanksi dicukur botak merupakan sanksi terberat bagianak punk. Karena bila suruh memilih, mereka akan memilih dipenjara daripada dicukur botak rambutnya.
"Mereka ini sebagian besar pendatang. Kita tidak ingin mereka nanti macam-macam di Tanjungpinang. Karena kalau macam-macam nama Tanjungpinang yang jelek," katanya.
Usai dinasehati anak punk tersebut kemudian diperbolehkan pulang dan tidak boleh berkeliaran. Untuk selanjutnya mereka diminta pulang secara mandiri kekampung halamannya.
Share this article

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Berkunjung Batam • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top