Selasa, 20 Desember 2016

Ketua ADEI Kepri: Pelaku Digital Startup Harus Miliki Visi dan Misi yang Jelas



Digital StartUp memiliki kunci sukses. Termasuk harus memiliki pernyataan visi yang jelas. Hal tersebut adalah salah satu dari sembilan langkah praktis membangun kerajaan bisnis digital yang profitable dan dicari.
Hal itu diungkapkan Eko Syaiful Arifin Ketua DPD ADEI Kepulauan Riau pada acara Workshop Digital StartUp dan APTIKOMFest ke-1 tahun 2016 APTIKOM Provinsi Riau yang mengambil tema “mencetak digital startup pendidikan tinggi informatika dan komputer Indonesia” di Aula Kampus STMIK Amik Riau (19/12/2016).
Lebih jauh Eko juga menguraikan Digital Startup harus memiliki pernyataan misi (misi statement) yang merupakan turunan dari visi yang sudah di tetapkan. Tidak kalah pentingnya adalah pernyataan budaya yang ingin dibangun (culture statement) di lingkungan organisasi.
Misalnya, kata Eko, di kantornya perlu waktu tiga bulan untuk membiasakan budaya staf dan karyawannya terbiasa untuk mematikan lampu. Jika tidak diperlukan jika lalai maka akan kena denda gajinya di potong lima puluh ribu rupiah.
Selain itu juga budaya menyikat toilet setiap seminggu sekali jika dalam seminggu staf dan karyawan yang kena piket tidak membersihkan maka akan dikenakan hal sama. Tidak mudah menanamkan budaya (culture) pada pegawai di kantor, namun demikian sebagai bagian dari pernyataan budaya korporasi maka hal tersebut harus di lakukan.
Selanjutnya mengatur waktu (time), pelaku Digital Startup harus dapat mengatur dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya se-efektif dan se-efisien mungkin. Digital Startup dalam bekerja harus dapat membedakan mana urgent and not important, urgent and important, not urgent but important.
"Terakhir digital startup jika ingin sukses maka harus merencanakan dan mengatur stuktur organisasi sebaik mungkin, dalam menyusun struktur organisasi harus menempatkan orang yang benar di tempat yang benar dengan rencana yang benar," ujar dia.  
Sedangkan bagan struktur organisasi hakekatnya mendapatkan tempat yang tepat  di tempat yang tepat dimulai dengan mengetahui tempat yang tepat itu. Delapan poin yang harus diperhatikan dalam pembuatan struktur organisasi yaitu mencakup range gaji; tunjangan (makan, jabatan, transportasi, perjalanan dinas, kesehatan, komunikasi), fasilitas (laptop, handphone, rumah dan kendaraan operasional), jam kerja, mekanisme lembur, level path carrier, job desk, job flow chart.
Share this article

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Berkunjung Batam • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top