Rabu, 21 Desember 2016

Korban Minyak Mandi Terus Bertambah jadi 58 Orang. Mengapa Warga Rusia Gemar Meminumnya?



Korban tewas akibat meminum minyak mandi di Irkutsk, Siberia, Rusia, terus berjatuhan.
Hingga berita ini diturunkan pada Rabu (21/12/2016), sudah 58 orang yang tewas.
Jumlah korban tewas yang dilaporkan sebelumnya meningkat secara drastis.
Laporan awal menyebutkan 25 tewas, lalu 32 orang, 49 orang, dan kini menjadi 58 orang.
Media setempat melaporkan, para korban itu tewas akibat meminum minyak mandi yang mengandung metanol atau spiritus dengan harapan mendapat sensasi seperti meminum alkohol.
Masih ada sekitar 37 orang lainnya dirawat dan beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

Baca: Gegara Minyak Mandi Dijadikan Minuman, 49 Orang Tewas. Apa Kandungan Minyak Itu?

Berdasarkan laporan komite investigasi Rusia, cairan sangat berbahaya dengan aroma bunga hawthorn itu dikonsumsi korban seperti minuman beralkohol biasa.
Namun, ternyata cairan mandi itu mengandung metanol, yang juga mengakibatkan kebutaan.
Harian The Siberian Times menyebut peristiwa keracunan di kota Irkutsk itu adalah "kasus sejenis terburuk yang pernah terjadi dalam sejarah Rusia modern".
Menteri Kesehatan Rusia, Oleg Yaroshenko, mengungkapkan, sebagian dari korban yang masih dirawat diminta untuk tidak meninggalkan rumah sakit karena dalam kondisi yang sangat serius.
"Mereka sangat telat datang ke rumah sakit... Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan mereka," demikian media lokal tersebut.
Harian Siberia itu menyatakan, dokter dan guru TK turut menjadi korban dan banyak dari mereka yang tewas di rumahnya karena tidak punya banyak waktu untuk menelepon ambulans.
Mayoritas korban dilaporkan berusia 35 tahun hingga 50 tahun sebagaimana dilaporkan Reuters.
Meskipun hanya meminum sedikit cairan tersebut, salah satu korban yang berusia 33 tahun keesokan harinya tetap bangun dengan kondisi sudah buta.
Di negara-negara bekas jajahan Uni Soviet, produk-produk rumah tangga kerap digunakan sebagai alternatif murah untuk menggantikan minuman alkohol.
Biasanya, botol-botol minyak mandi ini dilengkapi label yang menyatakan bahwa cairan itu dilarang dikonsumsi.
Namun, sejumlah koresponden di lapangan menyebut minyak mandi yang diminum korban bertuliskan mengandung alkohol etil (yang aman), bukan metanol (yang mematikan).
Analis menyebut sekitar 12 juta warga Rusia meminum alkohol murah dari produk rumah tangga, termasuk parfum, pembersih bekas cukur, dan cairan pembersih jendela.
Sanksi ekonomi dua tahun yang diterapkan Barat, akibat Rusiamenganeksasi Semenanjung Crimea dari Ukraina, juga memperburuk situasi ini.
Polisi sudah melakukan penggeledahan ke pabrik tempat membuat minyak mandi itu dan menangkap pemiliknya.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebut kematian tersebut sebagai "tragedi" yang memerlukan "perhatian yang segera".
Share this article

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Berkunjung Batam • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top