Selasa, 20 Desember 2016

Langgar Aturan Keimigrasian, Warga Singapura Ini Dituntut Denda Rp100 Juta



Kapten Kapal MV Selin yang merupakan warga negara Singapura, Shoo Chiau Huat (50), dituntut dengan hukuman denda senilai Rp100 juta, subsider 6 bulan kurungan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haryo Nugroho SH di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (20/12/2016).

Dalam tuntutannya, Haryo Nugroho menyatakan terdakwa terbukti bersalah dimana selaku penanggung jawab alat angkut yang masuk atau keluar wilayah Indonesia dengan alat angkutnya yang tidak melalui tempat pemeriksaan Imigrasi sebagaimana dalam dakwaan kedua melanggar Pasal 114 ayat 1 Jo Pasal 17 Ayat 1 UU RI Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.
"Meminta kepada Majelis Hakim untuk menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan hukuman denda sebesar Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan penjara," ujar haryo
Sementara itu untuk barang bukti kapal MV Selin di pergunakan untuk perkara sebelumnya dan barang bukti Paspor atas nama terdakwa dikembalikan kepada terdakwa.
Atas tuntutan ini, terdakwa yang didampingi oleh Penasehat Hukumnya, menyatakan akan mengajukan pembelaan secara tertulis.
Mendengar tuntutan itu, Katua Majelisa Hakim Elyta Ras Ginting SH yang didampingi oleh Hakim anggota ‎Acep Sopian Sauri SH dan Purwaningsih SH menunda persidangan pada Rabu(4/1/2017).
Sebelumnya, dalam dakwaan JPU Kapten kapal MV Selin yang divonis bebas dalam kasus perikanan, kini didakwa pasal berlapis, yakni terbukti dengan sengaja masuk atau keluar wilayah Indonesia, tanpa melelui pemeriksaan Imigrasi.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haryo Nugroho SH dalam dakwaannya menyatakan, terdakwa terbukti terbukti dengan sengaja masuk atau keluar wilayah Indonesia yang tidak melelui pemeriksaan oleh pejabat Imigrasi di tempat pemeriksa Imigrasi ‎sebagaimana dalam dakwaan pertama melanggar pasal 113 Jo Pasal 9 ayat 1 UU RI Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.
"Selain itu terdakwa terbukti ‎bersalah dimana selaku penanggung jawab alat angkut yang masuk atau keluar wilayah Indonesia dengan alat angkutnya yang tidak melalui tempat pemeriksaan Imigrasi sebagaimana dalam dakwaan kedua melanggar Pasal 114 Jo Pasal 17 Ayat 1 UU RI Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian," ujar Haryo Nugroho
Haryo mengatakan, kejadian berawal pada saat kapal MV Selin yang merupakan kapal asing berbendera Equatorial Guinea berangkat dari Pelabuhan Punggol Marina Singapura berserta 4 orang kru kapal yang terdiri dari satu orang nahkoda yaitu terdakwa sendiri dan tiga orang ABK yang merupakan warga negera Indonesia, berserta 13 orang penumpang yang terdiri dari 7 orang warga singapura, dan 6 orang warga negara Malaysia, Pukul 10.00 waktu Singapura, Jumat (15/4/2016) lalu.
"Kemudian terdakwa selaku Nahkoda membawa kapal berpindah-pindah untuk mencari titik-titik tempat mancing yang banyak terdapat ikan," katanya.
Sehingga, keesokan harinya, terdakwa memerintahkan ABK untuk menurunkan jangkar ‎dilokasi yang sudah memasuki daerah perairan berakit dan ditempat itu terdakwa melakukan kegiatan memancing ditempat yang sama yaitu perairan berakit sebaynak 30 kali, hingga akhirnya selaku Komadan Posal Berakit melakukan patroli dan mendapati kapal asing MV Selin.
"Pada saat dilakukan pemeriksaan pihak patroli posal Berakit diketahui MV Selin berada di posisi 01º 19,026 “ U – 104º 34,901” T bdimana titik koordinat itu ‎berada pada posisi perairan Indonesia berdasarkan pera laut nomor 353 yang dikeluarkan oleh Dinas Hidro Oceanografi TNI AL," katanya
Haryo menjelaskan, yang mana jarak posisi kapal MV Selin dititik garis pantai terluar Tanjung Berakit adalah berada sekitar 4,3 mil dan sekitar 7 Mil dari Batas laut teritorial tersdekat dan dilakukan penangkapan kepada terdakwa di‎ perairan Berakit Pukul 19.30 WIB, Sabtu (16/4/2016).
Share this article

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Berkunjung Batam • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top