Rabu, 21 Desember 2016

MELIHAT Kecanggihan Baracuda, Kapal Selam Terbaru Australia yang Diklaim Paling MEMATIKAN



Australia membeli 12kapal selam baru senilai 36 miliar dollar AS atau setara Rp 484,3 triliun dari Perancis.
Produsennya mengklaim kapal selam tersebut adalah mesin perang berpenggerak konvensional paling mematikan dalam sejarah.  
Selama dua dasawarsa terakhir Australia menggunakan enamkapal selam kelas Collin bertenaga diesel buat mengamankan wilayahnya.
Namun dalam waktu dekat kapal selam buatan dalam negeri itu harus dibesituakan dan diganti dengan jenis teranyar dengan balutan teknologi paling mutakhir saat ini.
Hasilnya adalah Barakuda Sirip Pendek buatan Perancis, sebagaimana dilaporkan media Jerman, Deutche Welle.
Menurut produsennya, DCNS, Barakuda akan menjadi kapal selambertenaga konvensional paling mematikan dalam sejarah.
Karena digerakkan oleh mesin jet air, monster laut sepanjang 90 meter itu mampu bergerak dalam senyap dan mengungguli kapal selam berpenggerak baling-baling.
Dalam situasi perang, tulis DCNS, mesin hydrojet lebih unggul ketimbang jenis lainnya.
Barakuda juga akan dilengkapi dengan teknologi termutakhir navigasi suara buatan Thales Underwater System yang saat ini sudah digunakan militer Inggris.
Perpaduan antara keunggulan akustik, sistem pendeteksi teranyar dan kemampuan Barakuda menerima update untuk teknologi masa depan membuat Australia menjatuhkan pilihan pada produk buatan Perancis ini.
Menurut DCNS, Barakuda dilengkapi dengan sistem pelontar torpedo yang juga mampu menembakkan peluru kendali jelajah dan menjangkau target pada jarak lebih dari 1.000 kilometer.
Kapal selam Barakuda, pemburu bersirip pendek, milik Australiamemiliki struktur yang rumit.
Sebagai perbandingan, satu unit Barakuda terdiri atas 350.000 komponen, sementara pesawat raksasa Airbus A380 cuma terdiri atas 100.000 komponen. 
Misi kapal selam itu mencakup misi anti kapal selam dan kapal perang, serangan darat, pengumpulan data intelijen, manajemen krisis dan operasi khusus. 
Saat ini Barakuda baru digunakan oleh Angkatan Laut Perancis. Namun berbeda dengan Australia, Perancis memilih jenis kapal selam yang digerakkan oleh tenaga nuklir.
Pemerintah Australia berencana akan melengkapi setiap unit dengan sistem persenjataan senilai 1,5 miliar dollar AS atau setara Rp 20,2 triliun yang diproduksi oleh Lockheed Martin.
Menurut perjanjian, DCNS akan mendapat waktu selama 30 tahun untuk memproduksi 12 unit Barakuda.
Perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki negara itu juga diwajibkan membangun galangan kapal di Adelaide untuk mempercepat proses produksi.
Selain itu pemerintah di Canberra meminta agar sistem elektronik dan piranti lunak dibuat oleh perusahaan Amerika Serikat.
Namun lantaran desainnya, produksi Barakuda diyakini tidak akan sesederhana seperti yang dibayangkan karena memiliki struktur yang rumit.
Sebagai perbandingan, satu unit Barakuda terdiri atas 350.000 komponen, sementara pesawat raksasa Airbus A380 cuma terdiri atas 100.000 komponen.
Share this article

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Berkunjung Batam • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top