Jumat, 30 Desember 2016

Penampakan Rumah Mewah Ir Dodi di Pulomas



Korban pembunuhan sadis Pulomas, Jakarta Timur, Ir Dodi Triono, diketahui seorang arsitek. Tak heran ia memiliki selera yang baik terhadap dekorasi rumah.
Rumahnya di Pulomas tampak nyaman. Kediamannya yang juga tempat kejadian perkara itu dicat putih dengan dekorasi minimalis. Sentuhan kayu juga terlihat di sana sini.
Misalnya, lokasi kolam renang terdapat aksen lantai kayu. Tak jauh di dekat kolam renang juga terdapat tangga yang terbuat dari kayu dengan kombinasi lantai marmer.
Pilar-pilar cukup besar dan jendela kaca besar menambah citra elegan. Sebagai pemanis, rumah pria 59 tahun itu juga dihiasi sejumlah pot yang berisi tanaman seperti bunga berwarna-warni.
Di ruangan tengah samping kolam renang, terdapat sejumlah sofa berwarna putih yang senada dengan cat rumahnya. Bantal warna-warni seperti merah dan ungu menambah sentuhan ceria dari ruang tengah.



Di ruangan tersebut juga terdapat dua buah piano organ yang juga kadang-kadang dijadikan sumber hiburan keluarganya. Dodi juga pernah mengunggah video putri bungsunya Dianita Gemma Dzalfayla bernyanyi diiringi organ tersebut.
Di rumah yang beralamat di Jalan Pulo Mas Utara Raya, Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur itu juga terparkir sejumlah mobil. Deretan mobil dari Mini Cooper, Porsche, hingga Lamborghini diparkir di sekitar kolam renang.



Dodi pun beberapa kali menggunggah foto dirinya sedang bergaya di samping mobilnya. Dodi juga pernah mengunggah gambar yang terlihat berasal dari CCTV yang menunjukkan setidaknya ada empat mobil yang terparkir di garasinya.
Untuk diketahui, sebanyak 11 orang disekap di dalam kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter tanpa ventilasi selama 17 jam di kediaman Dodi. Saat ditemukan pada Selasa, 27 Desember 2016, didapati enam orang tewas dan lima luka-luka dalam pembunuhan sadis Pulomas ini.
Enam korban tewas, yakni pemilik rumah Dodi serta dua putrinya, Diona Arika Andra Putri (16) dan Gemma (9). Kemudian teman Gemma, Amel, serta dua sopir bernama Yanto dan Tasrok.
Sementara lima korban selamat dari aksi penyekapan sadis yakni, dua anak korban bernama Zanette Kalila Azaria (13) dan Fitriani (23). Serta tiga asisten rumah tangga bernama Emi (41), Santi (22), dan Windy (23).
Share this article

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Berkunjung Batam • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top