Selasa, 20 Desember 2016

Polisi telah menetapkan enam tersangka dalam kasus pengeroyokan siswa SMA hingga tewas di Pandawa Asri, Batuaji, pada Senin (19/12/2016). Kedua pelajar itu diduga akan melakukan pencurian sepeda motor. Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian mengatakan telah menetapkan tersangka pengeroyokan dua pelajar SMA hingga tewas. Keduanya sempat jadi bulan-bulanan warga karena diduga ingin melakukan pencurian. "Sudah ada enam orang jadi tersangka, setelah kita melakukan pemeriksaan," ucap Memo, Selasa (20/12/2016) di ruangannya. Keenam orang tersangka tersebut merupakan warga Perumahan Pandawa Asri, yaitu Is (30) sekuriti perumahan, Ac (32) warga, Mar (21) warga, Ahj (24) warga, Wm (35) warga, Reg (43) warga. Kedua pelajar itu adalah RF dan RS. Penetapan keenam tersangka berdasarkan barang bukti yang dan rekaman CCTV. "Kita masih dalami kasus ini. Sebab dua korban masih di bawah umur," kata Kompol Memo.



 Presiden Rusia Vladimir Putin marah besar setelah Duta Besar Rusia untuk Turki Andrey Karlov ditembak mati di Ankara. Putin mengancam akan membalaskan kematian diplomatnya itu.
Dubes Karlov ditembak mati saat pidato pembukaan pameran seni di Ankara, Senin malam. Pelakunya adalah Mevlut Bertemu Altintas, 22 perwira polisi nonaktif Turki. Pelaku mengklaim aksinya sebagai balas dendam atas aksi militer Rusia di Aleppo, Suriah.
“Pembunuhan ini jelas merupakan provokasi yang bertujuan merusak perbaikan dan normalisasi hubungan Rusia-Turki, serta merusak proses perdamaian di Suriah yang dipromosikan oleh Rusia, Turki, Iran dan negara-negara lain yang tertarik dalam menyelesaikan konflik di Suriah,” kata Putin.
Menurutnya, respons terhadap serangan terhadap Moskow adalah meningkatkan perang melawan terorisme. Putin lantas mengancam akan membalaskan kematian diplomatnya itu. ”Para pembunuh akan merasakannya,” ucap Putin yang menduga, pembunuhan diplomatnya terencana.
“Dia (Karlov) tewas saat menjalankan tugasnya. Kita harus tahu siapa mengorganisir pembunuhan ini dan memberi perintah kepada pembunuh,” lanjut Putin, seperti dikutip IB Times.
Tim investigasi Rusia telah terbang ke Ankara yang dijadwalkan tiba hari ini (20/12/2016). Mereka akan mengambil bagian dalam penyelidikan kasus pembunuhan ini bersama tim dari Turki.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, juga sudah mengeluarkan pernyataan serupa, yakni pembunuhan itu sebagai upaya untuk menghancurkan normalisasi hubungan kedua negara. ”Saya yakin ini adalah serangan terhadap Turki, negara Turki dan orang-orang Turki, dan juga provokasi yang jelas untuk hubungan Turki-Rusia,” kata Erdogan.
”Saya yakin teman-teman kita Rusia juga melihat fakta ini,” imbuh Erdogan.
Dia dan Putin telah melakukan kontak telepon tak lama setelah pembunuhan terhadap Dubes Karlov. Sementara itu, pengamana telah diperketat untuk misi diplomatik Rusia di luar negeri.
Share this article

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Berkunjung Batam • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top